Sebuah Cinta Untuk Indahnya Maha Karya

Sebuah facebooks note yang sangat insporatif dari salah seorang sahabat terbaikku Afuza Asyraf, note sederhana penuh inspiratif, semoga teman2 semua (terutama siswa 3 SMA) banyak belajar dari note ini, dan sekarang dia udah wisuda, gw bangga ama lo men!! agak sedikit panjang memang, namun BACA!!! ok guys 🙂

This Post dedicated to one of my best friend, Afuza Asyraf, read more y 🙂

Semua kisah ini berawal dari impianku untuk bisa kuliah di Universitas Indonesia. Aku, Kevin, Imun, Qodri, dan Indhi memiliki impian agar kami bisa bersama-sama kuliah di Universitas Indonesia. Hampir setiap hari kami bercerita bagaimana nanti jika kami akhirnya bisa kuliah di sana. Banyak hal yg kami perbincangkan, mulai dari tempat kos, rencana membuat band, hingga jurusan yg akan kami tuju.

Akhirnya, bulan-bulan ujian masuk berbagai universitas datang juga. Aku mengikuti tes untuk masuk di UGM. Aku mengambil Jurusan Arsitektur, Teknik Geologi, dan terakhir Teknik Pertanian. Dengan persiapan yg minim, aku mengikuti ujian. Dan hasilnya, ketika pengumuman, aku tidak lulus. Panitia penyelenggara ujian UGM meminta maaf padaku karena ketidaklulusanku. Hatiku sakit, ngilu. Orangtuaku kecewa.

Setelah gagal di ujian UGM, targetku selanjutnya dan target yg utama adalah Seleksi Masuk (Simak) UI. Akhirnya tiba juga saat untuk ujian Simak UI. Di Simak UI ini aku mengambil jurusan Teknik Metalurgi, Teknik Bioproses, dan Teknik Perkapalan. Dan tetap dengan persiapan minim aku mengikuti Simak UI. Akhirnya hari pengumuman tiba. Hatiku dag dig dug. Dan hasilnya, lagi-lagi panitia penyelenggara ujian meminta maaf padaku. MAAF, AFUZA ASYRAF TIDAK LULUS DALAM UJIAN KALI INI. Aku merasa dilemparkan setinggi-tingginya dan dijatuhkan sekeras-kerasnya. Lagi-lagi aku mengecewakan orangtuaku.

Aku masih memiliki kesempatan di Ujian Masuk Bersama (UMB). Di UMB ini aku lagi-lagi mencoba peruntungan di UI, yaitu jurusan Teknik Metalurgi dan Teknik Perkapalan. Lagi-lagi persiapanku untuk ujian sangat minim. Ujian akhirnya datang juga. Dengan bermodalkan 20% pengetahuan otak, dan 80% kehebatan menebak jawaban, aku mencoba menjawab hampir semua soal-soal UMB kali ini. Lagi-lagi hari pengumuman itu tiba. Badanku lemas ketika muncul kalimat ‘MAAF PESERTA DENGAN NAMA AFUZA ASYRAF TIDAK LULUS PADA UJIAN KALI INI’ di layar monitorku. Panitia ujian kembali meminta maaf. Selesai sudah. Hanya kalimat itu yg muncul. Hanya kalimat itu. Tidak lebih. Aku memberitahukan ayahku mengenai hal ini. Mataku berkaca-kaca.

SNMPTN adalah jalan terakhirku untuk bisa kuliah tahun ini. Jika gagal lagi, maka dengan terpaksa aku harus menunggu hingga tahun depan. Maka aku pun tidak ingin mengulangi kesalahan yg sama seperti di ujian UGM, Simak UI, dan UMB kemarin. Kali ini aku belajar keras. Setiap hari aku membahas soal-soal yg pernah keluar di ujian SNMPTN tahun-tahun sebelumnya. Materi-materi pelajaran yg diberikan di bimbel kuulangi terus menerus. Tak lupa berdo’a siang dan malam pada Sang Maha Menentukan. Targetku di SNMPTN kali ini adalah Teknologi Kebumian ITB dan Teknik Perkapalan UI. Entah kenapa aku selalu memasukkan Jurusan Teknik Perkapalan UI di setiap ujianku.

Ujian SNMPTN tahun ini dilaksanakan selama 2 hari. Pada hari pertama, dengan persiapan yg cukup, aku berhasil menjawab sebagian besar soal-soal yg diberikan. Hal ini semakin menambah rasa optmisku untuk bisa lulus SNMPTN.

Manusia berencana, tetapi Tuhan yg menentukan. Itulah yg terjadi padaku di hari ke 2 ujian SNMPTN. Tiba-tiba aku jatuh sakit. Aku terkena DBD. Akhirnya, dengan kondisi tubuh yg lemah, aku memaksakan diri ikut ujian karena inilah jalan terakhirku untuk bisa kuliah tahun ini. Hanya seperempat soal yg bisa kujawab dari keseluruhan soal. Aku pasrah. Harapanku yg melambung tinggi di hari pertama ujian SNMPTN harus terjun bebas di hari ke 2.

Malam harinya aku langsung diopname di rumah sakit. Sempat terpikir olehku mengapa Allah memberiku cobaan seperti ini justru di saat aku harus mengikuti ujian SNMPTN.

Mama lalu menasihatiku bahwa di setiap kesulitan, Allah pasti akan memberi kemudahan. Nasihat Mama menyadarkanku. Aku menjadi malu kepada diriku yang mempertanyakan keputusan-Nya. Setelah seminggu dirawat di rumah sakit, aku diperbolehkan pulang. Pengumuman SNMPTN masih 3 minggu lagi. Setiap hari, siang dan malam aku berdo’a agar diberi kelulusan oleh Sang Maha Pembuat Keputusan. Aku juga meminta do’a kepada teman-temanku, saudara-saudaraku, bahkan orang yg baru kukenal. Harapanku untuk lulus memang kecil, tetapi apa yg bisa menghalangi jika Dia yg memutuskan? Kau harus tahu bagaimana dahsyatnya kekuatan do’a.

Hari yang ditunggu itu tiba. Tepat hari Jum’at 16 Juli 2010 pukul 18.00 WIB hasil SNMPTN diumumkan. Aku sudah berada di depan layar monitor. Jantungku berdegup kencang. Badanku bergetar. Tubuhku panas dingin. Nafasku terasa memburu. Aku memasukkan nomor ujianku, lalu “Bismillah” kutekan tombol enter. Loading sebentar. Saat-saat yg menegangkan. Lalu muncul tulisan seperti ini

Nama : Afuza Asyraf

Diterima diTeknik Perkapalan Universitas Indonesia

Aku terdiam sejenak. Tubuhku langsung bergetar hebat. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Tangisku pecah. Aku lulus di UI!!! Semua serasa seperti mimpi. Aku langsung sujud syukur. Tak henti-hentinya bibir ini mengucap takbir. Aku langsung menelepon ayah dan ibuku yg saat itu sedang pergi.

‘As..sa…lamu…’alai..kum Yah’, suaraku bergetar.

‘Wa’alaikumussalam. Kenapa Nak?’ tanya ayahku.

‘Yah, Fuza lu..lus Yah.. Fu..za lu..lus di UI Yah,’ jawabku terbata-bata

‘Lulus di UI Nak?? Alhamdulillah, bangganya Ayah.” jawab ayahku.

Terdengar suara gemerisik sebentar, lalu sebuah suara menyahut

‘Lulus Fuza Nak?? Lulus di UI Nak?? Alhamdulillah, senang kali Mama.” ternyata mamaku langsung merebut handphone dari tangan ayahku.

‘Iya Ma, Fuza lulus Ma,’ jawabku sambil terisak.

Hari itu pun menjadi hari yg indah bagiku.

Teman, sampai saat aku masih sulit untuk percaya bahwa akhirnya aku lulus di UI. Kau tahu sendiri bagaimana kegagalanku di UGM, tidak lulus di Simak UI, tidak diterima lewat jalur UMB, sampai terkena DBD di hari kedua SNMPTN. Hingga akhirnya aku lulus SNMPTN, gerbong terakhirku untuk bisa kuliah di UI. Semuanya terasa sangat bermakna, kegagalan-kegagalan yg kulalui di berbagai ujian tidak membuatku menyerah, tetapi menyadarkanku bahwa usaha yg terbaik akan diberi balasan yg terbaikDan Allah pasti memiliki rencana yg terbaik untuk kita.

Hey! Kau tentu masih ingat dengan impianku dan teman-temanku untuk kuliah di UI. Bagaimana nasib mereka? Kevin telah diterima di President University lewat jalur beasiswa. Qodri lulus UMB di FK USU. Indhi juga lulus di FK USU tetapi lewat jalur kemitraan. Dan Imun? Dia akan sekampus denganku karena dia lulus di Sastra Belanda UI. Dan walaupun akhirnya hanya aku dan Imun yg berhasil kuliah di UI, tetapi itu tidak menyurutkan langkah teman-temanku yg lain untuk menggapai impian-impian terpendam mereka. Kami semua sadar. Bahwa Allah telah menentukan yg terbaik untuk kami. Sunggu indah campur tangan Allah terhadap nasib hamba-Nya.

SELASA, 27 JULI 2010. PUKUL 15.31 WIB

BANDARA POLONIA MEDAN

Teman, akhirnya aku akan pergi ke Jakarta. Dan pada akhirnya juga, kata-kata perpisahanlah yg harus kuucapkan. Berat juga rasanya berpisah dengan orang yg kita sayangi. Tapi memang inilah yg harus kulakukan. Inilah impianku. Inilah takdir itu. Mimpi-mimpiku harus membawaku pergi. Dan di sini, di bandara ini, semua memori kenangan mengenai masa laluku seakan terputar kembali di otakku. Aku akan merindukan masa-masa itu.

Terdengar pengumuman bahwa pesawat dengan nomor tujuanku akan segera berangkat. Aku segera bangkit dari dudukku. Berat kakiku untuk melangkah. Seolah-olah semua kenangan yg telah kulalui memegang erat kakiku. Mataku berkaca-kaca, memohon agar Allah menguatkan langkahku.

Akhirnya, pesawat yg membawaku terbang juga. Terbang tinggi meninggalkan semua kenangan dan masa laluku yg tak terlupakan.

NB: Tulisan dibuat pada tanggal 7 Juli 2010 dan selesai pada tanggal 25 Juli 2010. Ditujukan untuk kalian yg akan mengejar mimpi-mimpinya. JANGAN PERNAH MENYERAH!!

Origial Link

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: